Lihatlah Kehidupan Baru

Catatan harian seorang anak yang tak diinginkan kelahirannya. (Terjemahan dari American Life Lobby 1984, disesuaikan dengan keadaan Indonesia).

5 Okt : Hari ini awal kehidupanku, orang tuaku belum mengetahuinya. Aku sekecil biji apel tetapi itu adalah aku. Dan aku akan menjadi anak perempuan dengan mata dan rambut yang indah. Segalanya sudah siap bahkan aku akan menyukai bunga-bunga.

19 Okt : Segelintir manusia mengatakan bahwa aku belum manusia, hanya ibuku yang ada. Tetapi aku adalah benar manusia, sama halnya dengan serbuk roti adalah benar-benar roti. Ibuku ada dan aku ada.

23 Okt : Mulutku baru saja membuka sekarang, dalam satu tahun mendatang aku akan tertawa kemudian berkata-kata. Aku tahu kata pertama yang diucapkan adalah “MAMA”.

25 Okt : Jantungku mulai berdenyut hari ini, segalanya berlangsung sendiri. Sejak saat ini akan berdenyut lembut sampai seluruh masa hidupku tanpa berhenti untuk istirahat. Setelah bertahun-tahun ia akan lelah. Ia akan berhenti dan aku akan meninggal.

2 Nov : Aku tumbuh sedikit demi sedikit setiap hari. Lengan-lengan dan kaki-kakiku sedang mulai terbentuk tetapi aku harus menunggu lama lagi, sebelum kaki-kaki kecil mengangkatku ke lengan ibuku, sebelum lengan-lengan kecil dapat meraih bunga-bunga dan memeluk ayahku.

12 Nov : Jari-jari kecil mulai terbentuk di kedua tanganku. Lucu betapa kecilnya jari-jari itu. Aku akan meraih rambut ibuku dengan jari-jariku.

20 Nov : Ibu dan ayahku mungkin sedang memikirkan nama bagiku, tetapi mereka belum lagi mengetahui bahwa aku seorang bayi perempuan. Aku akan diberi nama Kathy. Aku sedang bertumbuh begitu pesat.

10 Des : Rambutku sedang tumbuh, rambut yang lembut, bersinar dan bercahaya. Aku ingin jenis rambut apa yang ibuku miliki.

13 Des : Aku baru saja dapat melihat. Gelap disekelilingku. Bila ibu membawaku kedunia, tentu akan penuh terang matahari dan bunga-bunga. Tetapi apa yang pertama kuinginkan dari segalanya adalah melihat ibuku. Bagaimanakah rupamu ibuku?

24 Des : Aku ingin tahu apakah ibuku mendengar bisikan jantungku. Beberapa anak datang ke dunia dengan keadaan sakit. Tapi jantungku begitu kuat dan sehat. Ia berdetak begitu mantap : duk…duk…duk…duk…Anda akan mempunyai anak perempuan kecil yang sehat, ibu….

28 Des : Hari ini aku dibunuh ibuku.

(disadur dari “Buku Penuntun Calon Ibu” edisi X Thn. 2005)

Advertisements

About and the story begin...

I am an ordinary woman with a simple thoughts
This entry was posted in etc. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s